Tahukah Anda 2 dari 3 orang dengan diabetes melaporkan bahwa mereka memiliki tekanan darah tinggi atau meminum obat-obatan yang diresepkan untuk menurunkan tekanan darah mereka?5
Ya, memantau kadar glukosa darah Anda adalah hal penting (sangat penting), terutama jika Anda mengidap diabetes, tetapi memperhatikan jantung Anda juga harus menjadi prioritas utama.
Pasien dengan diabetes berisiko lebih tinggi menderita penyakit kardiovaskular dibandingkan dengan mereka yang tidak mengidap diabetes.6 Selain itu, prediabetes juga meningkatkan risiko mikrovaskular dan kejadian makrovaskular yang sudah ada.
Pengendalian glikemik yang optimal, mewujudkan target berat badan, berolahraga dengan porsi yang tepat, dan mengurangi paparan terhadap lingkungan yang berbahaya (seperti polusi udara) semuanya adalah kunci untuk mewujudkan pengendalian tekanan darah yang diinginkan.6
Target sebesar kurang dari 130/80 mmHg harus selalu menjadi perhatian kebanyakan pasien dengan diabetes yang berisiko lebih tinggi menderita penyakit kardiovaskular.6
Jika tekanan darah tinggi (yang artinya kekuatan aliran darah di dalam pembuluh darah meningkat) maka jantung akan melakukan upaya ekstra dan oleh karena itu meningkatkan risiko berbagai gangguan yang berhubungan dengan jantung, seperti penyakit jantung dan stroke.5
Pemeriksaan rutin harus dilakukan untuk menanggulangi permasalahan ini, karena ini merupakan kondisi yang terjadi tanpa disadari, sehingga tidak ada gejala yang nyata. Pemeriksaan tahunan yang ideal harus ditujukan untuk pencegahan komplikasi dan menghadirkan pengobatan preventif agar penyakit tidak terus berkembang. Dengan menyadari hal ini dan menerapkan pengelolaan gaya hidup yang lebih baik tentunya akan membantu orang dengan diabetes tipe 2 agar dapat hidup lebih lama dan menjalani hidup sehat.3